Selasa, 14 Juni 2016

5 Hal Yang Dapat Anda Lakukan Ketika Jenuh Dengan Pekerjaan

Beberapa penelitian menunjukkan tidak ada orang yang benar-benar menyukai pekerjaannya. Hampir semua orang pasti pernah mengalami masa-masa jenuh dengan semua yang dikerjakannya. Apakah Anda pernah mengalaminya?
Namun, perasaan jenuh ini seharusnya tidak lantas membuat Anda berpikiran pendek untuk langsung keluar dari pekerjaan yang Anda lakukan saat ini.

1. Perbaiki meja kerja Anda

Rasa jenuh bisa berasal dari tempat yang selalu Anda datangi, seperti meja kerja. Ketika bekerja, Anda selalu akan menggunakan meja kerja, pertanyaannya, apakah semua barang yang ada di atas meja kerja Anda tertata dengan baik? Apakah meja kerja Anda terlalu kotor dan berantakan? Perbaiki ini. Singkirkan semua barang yang sekiranya tidak Anda perlukan untuk bekerja. Belilah beberapa hiasan, seperti tanaman kecil untuk menghiasi dan memberikan tampilan lain di meja kerja Anda dan lihat perubahan apa yang bisa Anda dapatkan.

2. Manfaatkan hari libur sebaik-baiknya

Mungkin hari libur adalah sesuatu yang sangat Anda tunggu-tunggu setiap minggu. Manfaatkan hari ini dengan melakukan apapun yang Anda inginkan, seperti tidur seharian. Tidak masalah, karena hal ini akan membuat Anda lebih produktif ketika kembali bekerja.
Atau beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang lebih sering menghindari meja kerja sesering mungkin jauh lebih bahagia dan produktif dalam bekerja, ketimbang orang-orang yang bekerja di depan meja sepanjang hari.

3. Buatlah perubahan

Jika Anda merasa jenuh dengan pekerjaan yang Anda lakukan, jangan biarkan hal ini mengganggu Anda terus menerus, buatlah perubahan sekecil apapun itu. Misalnya, Anda bisa meminta ruangan Anda ditukar dengan pekerja yang lain, atau Anda bisa meminta hari libur Anda ditukar dengan hari yang lain. Atau Anda juga dapat meminta kepada atasan Anda untuk dikirim dinas keluar kota untuk mendapatkan suasana yang baru.

4. Ambil cuti

Jika beberapa hal di atas tidak dapat membantu Anda mengatasi rasa jenuh Anda, maka ambil cuti beberapa hari dari pekerjaan Anda. Gunakan hari-hari ini untuk melakukan apapun yang Anda inginkan, seperti berlibur atau menjalankan hobi. Hal ini tentu akan membuat tubuh dan pikiran Anda jauh lebih segar dari sebelumnya.

5. Ingatlah bahwa tidak ada sesuatu yang permanen

Jika Anda sedang merasa benar-benar jenuh, ingatlah bahwa tidak ada sesuatu yang permanen, seperti rasa jenuh yang sedang Anda alami. Jangan mengambil tindakan yang terburu-buru, hanya karena Anda tidak bisa berpikiran jernih.


Fans Page Facebook : www.facebook.com/healthybeautyidea
Instagram : @pintarsehatcantik
BBM : 5C878A16

Minggu, 12 Juni 2016

Cita-Cita Yang Sering Kamu Sebutkan Semasa Kecil


Pertanyaan buat anak kecil emang tidak pernah susah buat dijawab. Ditanya umur berapa sampai nama ayahnya siapa, pasti pada bisa jawab. Kalo jawab juga langsung dipuji anak pinter. Asik ya? Sekarang susah banget dipuji keluarga (curhat). Begitu juga kalo kamu ditanya tentang cita-cita, walaupun jawabannya itu-itu aja, anak kecil tetep dianggap pinter. Nih cita-cita yang paling sering dijawab waktu kamu kecil. Di simak yaa :

1. Dokter

 


Berawal dari lagu Susan yang mau jadi Dokter biar bisa ‘njus’ orang yang lewat (kok kayak psikopat ya?). Jadi Dokter menjadi jawaban paling laku jadi cita-cita anak kecil. Dari dulu sampe sekarang. Mungkin karena anak kecil sering liat dokter kali ya?

2. Insinyur

 


Dulu belom terlalu banyak profesi yang anak kecil tau, jadi alternatiff dari Dokter ya Insinyur. Mungkin kata ini Hits karena Sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” kali ya, soalnya dulu sinetron ini laris banget dan Doel adalah Sarjana Insinyur.

3. Polisi

 


Polisi yang gagah dan sering dilihat sama anak-anak membuat banyak anak-anak tertarik menjadi Polisi. Sampai profesi ini dibuat permainannya yaitu “Polisi Maling”. Makanya banyak anak-anak yang mau jadi polisi.

4. Presiden

 


Siapa yang tidak mau jadi Presiden? Jangankan anak-anak sampai sekarang pun kalo mau jadi Presiden banyak orang yang musuhan karena memperebutkan jabatan Presiden. Ya gitu deh Presiden, kelihatanya keren banget!

5. Pilot

 


Mengemudi pesawat terbang yang keren dan bisa keliling di langit membuat banyak anak kecil pengen jadi Pilot. Jangankan jadi Pilot, ada pesawat terbang lewat aja udah bikin anak kecil heboh sendiri, betul?

6. Guru

 


Karena kita belom tahu banyak tentang beragam profesi, membuat apapun yang ada di depan mata jadi lebih Istimewa. Guru pun menjadi jawaban cita-cita yang laris pas kamu masih kecil.

7. Artis


Walaupun masih kecil tapi kalo masalah ngefans sama seseorang mah sama aja! Nah artis yang lagi zaman di era kamu, pasti banyak yang jadi cita-cita si anak. Simple, namanya juga ngefans berat. 

8. Tokoh Kartun

 


Namanya juga anak-anak. Daya imajinasi yang kuat serta keluguannya membuat mereka tidak perduli apa yang mereka cita-citakan itu nyata atau tidak. Karena bagi mereka yang paling penting itu senengnya! Wah kangen ya punya pola pikir kayak anak-anak.
Tuh banyak ya cita-cita yang sering kamu sebut pas masih kecil, kamu paling sering nyebutin yang mana jika ditanya cita-cita kamu kalau sudah besar mau jadi apa?

Sumber : http://malesbanget.com/2015/07/9-cita-cita-yang-paling-sering-disebutin-pas-kamu-masih-kecil/

Fans Page Facebook : www.facebook.com/healthybeautyidea
Instagram : @pintarsehatcantik
BBM : 5C878A16

Senin, 06 Juni 2016

Apa itu Bisnis ?

Apa yang pertama kali kita pikirkan ketika mendengar kata " Bisnis " ??
Mungkin yang terlintas dalam benak kita adalah 

  • Berdagang ?
  • Online Shop ?
  • Jualan ?
  • Modal ?
  • Potensi Penghasilan ?
  • Boss ?
  • Hutang Piutang ?
  • MLM ?
  • Konvensional ?
  • Bangkrut ?
  • Susah ?
  • Beresiko ?
  • Entrepreneur ?
  • Dan lain sebagainya ..
 
Tahukah Anda sebuah negara maju, dapat menjadi negara maju dikarenakan kuantitas pebisnis / entrepreneur yang ada di negara mereka rata-rata adalah 2,sekian persen.

Jika jumlah pebisnis di negara tersebut dibawah 2,sekian persen.
Dapat dipastikan negara tersebut bukanlah sebuah negara yang maju.

Indonesia memiliki jumlah pebisnis/entrepreneur hanya 0,sekian persen.
Sudah jelas, itulah penyebab Indonesia masih menjadi negara berkembang.

Nah, teman-teman..
Kalau boleh saya sedikit sharing, saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya.

Seringkali saya bertemu banyak orang, dan saya suka sekali memperhatikan jawaban mereka ketika ditanyai seputar bisnis. 
Rata-rata menurut pengalaman yang saya dapat, hampir 90% mental mereka adalah menjadi seorang Karyawan. 

Dengan alasan :

- Kerja lebih memiliki penghasilan pasti.
- Kerja tidak membutuhkan Modal.
- Kerja lebih diminati banyak orang.
- Kerja tidak perlu memusingkan omset.
- Kerja lebih nyaman. 
- dsb..

Bagi saya, itu tidaklah salah.
Yang salah hanyalah , mereka tidak menyadari bahkan mereka tidak mempelajari mengapa sebagian kecil orang lain justru memilih menjalankan sebuah Bisnis.

Ketika saya bertanya kepada seorang Boss kenalan saya, dan beberapa orang besar lainnya 
mereka menyarankan saya untuk memilih sebuah bisnis daripada kerja dengan alasan :
  •  Ketika kamu menjalankan sebuah bisnis, mentalmu terlatih untuk membuat target    (Karena hanya mayat hidup yang tidak memiliki target dalam hidup) 
  •  Ketika kamu menjalankan sebuah bisnis, Kamu tidak hidup ditangan Bosmu.
  •  Bisnis, membentuk asset, setelah asset terbentuk, maka asset itu yang akan   menghasilkan income untukmu. (Bisnis menjanjikan passive income) 
  •  Asal kamu bisa berjuang untuk Bisnismu, Bisnismu tidak akan pernah gagal.          Dan   kesuksesanmu ditentukan dari caramu memperjuangkan bisnismu.    Kerja? Tidak ada yang diperjuangkan ! Hanya harus mematuhi perintah atasan.  dan sebagainya..

Nah.. ada beberapa faktor yang membuat orang-orang tidak memilih Bisnis :


  •  Doktrin dari Orang Tua yang Salah " Nak, nanti kalau sudah besar, kamu KERJA yang  Benar yaa,," ( membentuk mindset kita, mencari uang hanyalah dengan bekerja )
  • Takut mengambil Resiko ( Takut mengeluarkan Modal ) " MENTAL KARYAWAN "
  • TAKUT GAGAL ( Padahal Kesuksesan dibentuk dari setiap Pembelajaran atas Kegagalan )
  • Mendengar Pengalaman Gagal Orang Sekitar dan Mempercayainya.
  • Tidak ada dorongan yang kuat untuk Berusaha Lebih Keras 
  • dsb..

Teman-teman, Ayo kita sama-sama mengubah cara berpikir lama kita, bahwa mencari uang bukanlah hanya dengan menjadi seorang Karyawan. 

Menjadi seorang Entrepreneur jauh lebih baik daripada menjadi seorang Employee !

Jika, Hari ini Anda setuju dengan Pernyataan diatas, dan Anda sudah mulai berpikir untuk menjalankan sebuah Bisnis , SELAMAT !! Anda termasuk orang-orang dengan cara berpikir terbuka.


Anda termasuk golongan orang-orang Minoritas.
Karena jelas, Jumlah Orang Sukses dengan Orang Gagal =
Orang Sukses adalah Minoritas.

So, Jika hari ini Anda bertanya-tanya Bisnis apakah yang harus Anda jalankan.

PT. SEJAHTERA ANUGERAH PRATAMA adalah Jawabannya.


PT. SAP menyediakan sarana untuk kita berpartnership untuk menjalankan sebuah Bisnis yang kita inginkan.

PT. SAP dengan Konsep Creative Business Owner telah menyediakan Layanan untuk Anda menjalankan Bisnis Konvensional, Bisnis Online, dan juga Bisnis NETWORK MARKETING !

Bisnis Konvensional yang tersedia :


  • Tour Travel International
  • Ticketing Pesawat ( diberikan harga modal langsung dari maskapai )
  • Ticketing Kereta Api
  • Reservasi Hotel 
  • Layanan PPOB

Bisnis Online : 


  • E-commerce ( www.onoopo.com )
  • All Parfum Original ( HUGO, BVLGARI, Calvin Klein, dan semua jenis parfum merk terkenal )

Bisnis NETWORK MARKETING :


  • CBO dengan produk-produk yang sangat mudah dipasarkan dan berkualitas serta sistem pembagian Bonus Terbesar di Indonesia !! Dilengkapi dengan sistem balik modal yang sangat Cepat !!!
Lalu, Berapa Modal yang diperlukan untuk menjalankan seluruh Bisnis diatas ??

Bervariasi !!

  • Rp 365.000,-
  • Rp 1.500.000,-
  • Rp 3.950.000,-
  • Rp 5.000.000,-
  • Rp 30.000.000,-
Info Lebih Lanjut tentang PT. SAP dapat anda langsung konsultasikan dengan :

Associate PT. SAP :
Ade Kurnia 
089606774346 ( LINE/WA/SMS )

Khusus Wilayah Jakarta dan Tangerang dapat langsung Meet Up di Wilayah Anda / di kantor kami.